Rabu, 23 Oktober 2019, WIB

Kamis, 14 Feb 2019, 14:18:29 WIB, 98 View Administrator, Kategori : Berita TNI

DEPOK - Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) menggelar lomba menembak di Lapangan Tembak Divisi 1 Kostrad, Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (18/3/2017). Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi mengungkapkan lomba tersebut dilaksanakan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-56 Kostrad. "Satu yang kita targetkan dari perlombaan ini akan muncul atlet-atlet berbakat yang membuat bangga Indonesia," tutur Edy di lokasi acara. Edy mengatakan, Kostrad akan membantu Indonesia dalam menjaring atlet menembak di luar daerah, termasuk menyisir sejumlah tempat terpencil mulai dari Sabang sampai Merauke. Dia yakin dari 250 juta penduduk Indonesia akan lahir banyak atlet menembak. "Sebenarnya naluri masyarakat kita dalam menembak cukup baik. Anda bisa menyaksikan bagaimana orang-orang di daerah dengan piawai memainkan senjatanya untuk menembak sejumlah burung," ucap Edy. Kendati demikian, Edy tidak setuju dengan kebiasaan masyarakat menembaki burung. Perilaku itu akan membuat punah populasi burung. Menurut dia, setiap hari di Papua ada 150 ekor burung mati karena ditembak. "Ini membuktikan kemampuan orang kita cukup baik. Perlu dididik dan diasah agar berkembang dan tersalurkan," tutur Edy. Dia mengakui hobi menembaj cukup mahal. Oleh karena itu dia meminta pemerintah memikirkan agar kegiatan ini bisa diterima semua kalangan.Pada HUT ke-56 Kostrad, Edy berharap lembaganya semakin menjadi pasukan tangguh yang membanggakan. "Intinya tahun ini bisa lebih baik dari tahun kemarin, tahun depan lebih baik dari tahun ini," kata Edy. Lomba menembak IPSC level II kali ini memperebutkan total hadiah Rp140 juta dan 150 medali. Ketua Panitia Lomba, Letkol Inf Enjang mengatakan, kegiatan berlangsung dari 17-19 maret 2017. Tiga venue disiapkan untuk mendukung acara ini, yakni lapangan 150 meter, lapangan 600 meter, dan lap bak skeet dan trap prakasa shotting club. Lomba ini terbagi dua kategori, yakni kelas pistol dan senapan. Enjang berharap lomba dapat mendukung dan mewujudkan program pemerintah dalam memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. "Ini bisa menghindari pengaruh negatif masyarakat terhadap narkoba, miras dan tawuran. Sehingga generasi bangsa tak masuk dalam jurang kehancuran," ucapnya. Ketua Bidang Tembak Reaksi Perbakin, Hendra Tanoe mengatakan sejauh ini atlet berbakat mulai muncul dalam lomba menembak di antaranya keberhasilan menggaet medali emas di Vietnam dan Thailand beberapa waktu lalu. Terlebih saat ini, menembak cepat juga pernah di masuk dalam PON Jabar pada Oktober lalu. "Kita harapkan terus ke Indonesia agar lomba ini tetap diadakan, rutin dan terus menerus, sehingga bisa tercapai segalanya," ucap Hendra.
testing





Tuliskan Komentar