Kamis, 22 Agustus 2019, WIB

Kamis, 14 Feb 2019, 14:16:44 WIB, 551 View Administrator, Kategori : Berita TNI

Merdeka.com - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) TNI, Jenderal Mulyono mengajak masyarakat untuk memerangi proxy war yang menjadi ancaman nyata bagi Bangsa Indonesia. Proxy war ini sulit dideteksi karena tidak nyata.

Menurutnya, negara yang melancarkan proxy war ini menggunakan tangan pihak ketiga baik state actor dengan kekuatan kecil maupun non state actor yang berasal dari luar dan dalam negeri Indonesia.

"Untuk menghadapi proxy war ini, yang harus kita jaga adalah penanaman dan penguatan kembali nilai-nilai luhur Pancasila yang merupakan falsafah hidup Bangsa Indonesia dan yang selama ini telah mengantar kita menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat," kata Jenderal TNI Mulyono dalam kesempatan peresmian perubahan nama Kodam VII/Wirabuana menjadi Kodam XIV/Hasanuddin di Makassar, Rabu, (12/4).

Sulitnya memprediksi dan menyadari datangnya ancaman proxy war juga disebabkan sifatnya yang abstrak dan multidimensional. Serta menyentuh langsung aspek kehidupan bermasyarakat dan bernegara seperti aspek ideologi, politik, ekonomi, budaya, perdagangan, pertanian, ketenagakerjaan dan lain sebagainya.

Kepala Staf TNI AD menjadi inspektur upacara peresmian perubahan nama Kodam VII/Wirabuana menjadi Kodam XIV/Hasanuddin. Upacara digelar di lapangan Karebosi, Makassar.

Menurut Mulyono, di wilayah ini memiliki sejarah besar dalam merebut kemerdekaan RI dan Sultan Hasanuddin adalah pahlawannya. Oleh karena itu, penggunaan kembali nama Hasanuddin ini adalah sebuah penghormatan terhadap pahlawan Sultan Hasanuddin.

"Sultan Hasanuddin adalah tokoh yang dikenal arif bijaksana, rela berkorban dan berjiwa besar. Dari latar belakang inilah, kita berharap penggunaan kembali nama Hasanuddin dapat mengembalikan marwah dan kehormatan Sultan Hasanuddin, pahlawan kebanggaan Sulsel. Caranya dengan meneladani sifat-sifat kejuangannya," kata Jenderal TNI Mulyono. [msh





Tuliskan Komentar